Jumat, 24 Januari 2014

Awan

Awan adalah sekumpulan tetesan air/kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh. Awan juga massa terlihat yang tertarik oleh gravitasi, seperti massa materi dalam ruang yang disebut awan antar bintang dan nebula. Awan dipelajari dalam ilmu awan atau fisika awan, suatu cabang meteorologi.
 
Pembentukan awan
Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini meluap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Peluapan ini bisa terjadi dengan dua cara:
1.   Apabila udara panas, lebih banyak uap terkandung di dalam udara karena air lebih cepat menyejat. Udara panas yang sarat dengan air ini akan naik tinggi, hingga tiba di satu lapisan dengan suhu yang lebih rendah, uap itu akan mencair dan terbentuklah awan, molekul-molekul titik air yang tak terhingga banyaknya.
2.   Suhu udara tidak berubah, tetapi keadaan atmosfer lembap. Udara makin lama akan menjadi semakin tepu dengan uap air.
Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan.
Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan.
Keluarga-Keluarga Awan
Awan mempunyai beberapa jenis, yaitu: 1. Awan Cyrus 2. Awan Cumulus 3. Awan Stratus Para Pilot, biasanya sangat menakuti Awan Cumulus, karena katanya sih, didalam awan Cumulus terdapat banyak aliran listrik. Yang biasa kita saksikan sebagai Guntur.
Awan Tinggi (Keluarga A)
Bentuk awan tinggi antara 10.000 dan 25.000 kaki (3.000 dan 8.000 m) di daerah kutub , 16.500 dan 40.000 kaki (5.000 dan 12.000 m) di daerah beriklim sedang dan 20.000 dan 60.000 kaki (6.000 dan 18.000 m) di daerah tropis . [ 2]
Awan di Keluarga A meliputi:
  • Genus Cirrus (Ci): gumpalan awan putihberserat kristal es halus yang terlihat jelas di langit biru. Secara umum non-konvektif kecuali castellanus dan spesies floccus.
    • Spesies fibratus Cirrus (Ci fi): cirrus berserat tanpa jumbai atau kait.
    • Spesies uncinus Cirrus (Ci UNC): Hooked cirrus filamen.
    • Spesies spissatus Cirrus (Ci spi): cirrus Patchy padat.
    • Spesies castellanus Cirrus (Ci cas): Sebagian cirrus menara.
    • Spesies floccus Cirrus (Ci flo): Sebagian cirrus berumbai.
  • Genus Cirrocumulus (Cc): lapisan awan yang tampak seperti ombak di pasir pantai, berbentuk bulat kecil atau serpih dan bewarna putih yang berkelompok atau berbaris.[1]
    • Spesies Cirrocumulus stratiformis (Cc str): Sheets atau patch yang relatif datar cirrocumulus.
    • Spesies Cirrocumulus lenticularis (Cc len): Lens cirrocumulus berbentuk.
    • Spesies Cirrocumulus castellanus (Cc cas): cirrocumulus menara.
    • Spesies Cirrocumulus floccus (Cc flo): cirrocumulus berumbai.
  • Genus Cirrostratus (Cs): A non-konvektif cadar tipis yang biasanya menimbulkan halos. Matahari dan bulan terlihat di garis yang jelas. Biasanya mengental menjadi menjelang altostratus depan hangat atau daerah tekanan rendah.
    • Spesies Cirrostratus fibratus (Cs fib): cirrostratus berserat kurang terlepas dari cirrus.
    • Spesies Cirrostratus nebulosus (Cs neb): rata selubung cirrostratus.
Awan Tengah (Keluarga B)
Awan Tengah cenderung terbentuk pada 6.500 kaki (2.000 m), tetapi dapat terbentuk pada ketinggian sampai 13.000 kaki (4.000 m), 23.000 kaki (7.000 m) atau 25.000 kaki (8.000 m), tergantung pada daerah. Umumnya lebih hangat iklim, semakin tinggi dasar awan. Nimbostratus merupakan awan pada ketinggian menengah yang dapat bergerak turun hingga ketinggian rendah pada saat hujan. [2] The World Meterological Organisasi mengklasifikasikan Nimbostratus sebagai awan menengah yang dapat mengentalkan ke dalam rentang ketinggian rendah selama hujan. [3]
Awan Rendah (Keluarga C1)
Ini ditemukan dari dekat permukaan hingga 6.500 kaki (2.000 m) [2] dan termasuk Stratus genus. Ketika awan Stratus kontak dengan tanah, mereka disebut kabut , meskipun tidak semua bentuk kabut dari Stratus.
Awan di Keluarga C1 meliputi:
  • Genus stratocumulus (Sc): awan konveksi yang sedikit biasanya dalam bentuk pola-pola tidak teratur atau bulat, mirip dengan altocumulus tetapi ukurannya lebih besar dan bewarna lebih gelap.
    • Spesies stratocumulus stratiformis (Sc str): Sheets atau patch yang relatif datar stratocumulus.
    • Spesies stratocumulus lenticularis (Sc len): Lens stratocumulus berbentuk.
    • Spesies stratocumulus castellanus (Sc cas): stratocumulus menara.
  • Genus Stratus (St): awan berlapisan seragam yang menyerupai kabut tetapi tidak menyentuh ke permukaan tanah (relatif tinggi).[2]
·         
    • Spesies nebulosus Stratus (St cotok): rata selubung Stratus.
    • Spesies Stratus fractus (St fra): kasar putus selembar Stratus.
Awan Rendah Tengah (Keluarga C2)
Awan ini dapat didasarkan manapun dari permukaan dekat sekitar 10.000 kaki (3.000 m). Cumulus biasanya bentuk pada rentang ketinggian rendah tapi dasar akan naik ke bagian bawah kisaran menengah saat kondisi kelembaban relatif sangat rendah. Nimbostratus biasanya bentuk dari altostratus di tengah rentang ketinggian tapi dasar mungkin mereda ke kisaran rendah selama precipitaion. Kedua jenis awan dapat mencapai ketebalan yang signifikan dan kadang-kadang diklasifikasikan sebagai awan vertikal (Keluarga D), terutama di Eropa. [4] Namun, cumulus biasa, menurut definisi, tidak sesuai dengan tingkat vertikal yang menjulang cumulus (kumulus congestus) atau paling cumulonimbus . Nimbostratus Sangat tebal dapat perkiraan cumulus menjulang, tetapi jatuh juga pendek tingkat vertikal awan cumulonimbus berkembang dengan baik.
Awan Vertikal (Keluarga D)
  • Genus cumulonimbus (Cb): awan dengan massa besar dan menjulang dari ketinggian rendah hingga sangat tinggi, rawan badai dan petir. Mereka membentuk dalam massa udara yang sangat stabil, khususnya sepanjang front yang bergerak cepat dingin.
    • Spesies calvus cumulonimbus (Cb cal): awan cumulonimbus dengan sangat tinggi memotong puncak kubah-jelas mirip dengan gumpalan awan yang menjulang tinggi.
    • Spesies capillatus cumulonimbus (Cb cap): awan cumulonimbus dengan puncak yang sangat tinggi yang telah menjadi berserat karena adanya kristal es.
Fitur Supplimentary inkus capillatus cumulonimbus (Cb ink cap): Sebuah cumulonimbus inkus atas awan adalah salah satu yang telah menyebar ke bentuk landasan yang jelas sebagai akibat dari memukul lapisan inversi di bagian atas troposfer. Fitur Supplimentary dengan mammatus cumulonimbus (Cb Mam): Sebuah dasar awan mammatus ditandai oleh gelembung-tonjolan ke bawah seperti menghadap disebabkan oleh downdrafts lokal dalam awan. WMO Resmi jangka cumulonimbus Mama.
  • Genus Cumulus (Cu) [6] [7]
    • Spesies Cumulus congestus (WMO: Cu Con / ICAO: TCU): awan dengan ukuran vertikal (lebar) yang besar dan bewarna gelap keabu-abuan.
    • Pyrocumulus (tidak ada singkatan resmi): awan Cumulus yang terkait dengan letusan gunung berapi dan kebakaran skala besar. Tidak diakui oleh WMO sebagai genus yang berbeda atau spesies.

Kamis, 09 Januari 2014

lompat jauh

LOMPAT JAUH
Lompat jauh merupakan salah satu cabang olahraga atletik, yang menggabungkan antara kecepatan gerak dan kekuatan tolak. Penggabungan kedua unsur tersebut akan menghasilkan gerak parabol yang panjang. Panjang pendeknya gerak parabol tergantung dari kekuatan dan ketangkasan setiap atlet serta ditunjang dengan teknik saat di udara (gaya) yang cocok serta teknik yang benar.
Disamping latihan teknik dasar lompat jauh juga perlu adanya latihan yang paling sederhana bagi pemula (siswa) yaitu lompat jauh tanpa awalan lari, hal ini jarang sekali dilakukan di sekolah-sekolah. Padahal latihan lompat jauh tanpa awalan lari sangat naik untuk melatih kekuatan gerak tubuh yang eksplosif yaitu gerakan yang dilakukan dengan mendadak.Menekankan kecepatan lari pada awalan dan kecepatan sudut tolakan. Yang perlu mendapat perhatian faktor teknik dalam lompat jauh adalah : awalan, saat menolak / tolakan, saat melayang, dan saat mendarat. 
Dalam rangka mencapai tujuan lompat jauh ini perlu diperhatikan faktor teknik yang terdapat dalam gerakan lompat jauh, yaitu:
a.        Awalan lompat jauh.
Awalan atau ancang-ancang adalah faktor pertama dari rangkaian teknik lompat jauh yang dilakukan dengan cara berlari cepat, agar dapat memperoleh kecepatan horizontal yang maksimal. Tapi untuk persiapan, saat menolak kecepatan horizontal yang diperoleh dari awalan harus dapat dikontrol. Kecepatan lari pada awalan akan memberikan pengaruh dorongan kecepatan yang lebih besar saat melayang di udara.
Pada gerakan ini awalan merupakan faktor lompat jauh yang mempunyai pengaruh cukup besar terhadap hasil lompatan.
Beberapa petunjuk saat akan mengambil awalan:
1)       Berdiri di belakang tanda titik awalan yang telah anda tentukan kemudian pusatkan perhatian (konsentrasi) sejenak.
2)       Mulailah berlari dengan cepat dan irama yang tetap menuju ke balok tolak.
3)       Setalah + 4 langkah dari balok tolak berkonsentrasi pada tumpuan dengan tidak mengurangi kecepatan.
4)       Saat akan menumpun pada balok tumpuan badan agak condong ke belakang.
 Langkah kedua berakhir dengan posisi berlawanan dan pada langkah ½  berakhir, kaki ayun bergabung dengan kaki tolak untuk mendarat. Kedua kaki bergerak luas seperti bersepeda, sedang lengan berfungsi sebagai penyeimbang pertama, pada gerak lari di udara membantu mengangkat kaki untuk posisi mendarat terakhir, tubuh bergerak ke depan sedikit, sedangkan kaki diluruskan ke depan. Pada pendaratan, lutut dibengkokkan memungkinkan suatu meomentum membawa badan ke depan (lewat) di atas kaki.
Saat melayang atau saat di udara adalah unsur ketiga yang dilakukan pelompat yang merupakan lanjutan dari tolakan. Gerakan melayang bertujuan untuk menjaga keseimbangan badan dan untuk persiapan mendarat, gerak ketika tahap melayang hanya bertujuan untuk menjaga keseimbangan badan.
Teknik melayang di atas tanah dalam lompat jauh ini ada tiga gaya yang dikenal:
1.        Gaya jongkok (sit down style)

2.        Gaya lenting (schnnepper / hang style)

3.        Gaya jalan di udara (walking in the air)

b)       Tolakan lompat jauh
Tolakan lompat jauh atau tumpuan sering disebut juga melompat lepas tapak adalah faktor kedua dalam, lompat jauh yang dilakukan setelah melakukan gerakan awalan (unsur pertama). Saat menolak merupakan peralihan dari kecepatan horizontal menjadi kecepatan vertikal.
Pada waktu melakkan tolakan harus kuat, tolakan di hentak dari sol tumit dengan pinggan sedikit ke depan dan lutut kaki ditolak sedikit bengkok, kemudian melewati kaki tolak (kaki tumpu)
Hentakan kaki pada saat bertolak harus terjadi pada sol kaki dengan tumit menyentuh ke tanah. Pinggang sedikit ke depan dan kaki penolak sedikit bengkon. Kemudian diluruskan dnegan cepat dan kuat sesaat titiki gravitasi melewati di atas kaki tumpu.
Pandangan mata tetap lurus ke depan agak ke atas dan jangan berusaha menundukkan kepala untuk melihat balok tumpuan. Pelompat jauh yang baik adalah mereka yang memiliki kepercayaan yang besar pada diri sendiri akan kemampuan saat ia hendak menumpu dan ketepatan menumpu pada balok tumpuan.
c)        Saat melayang dalam lompat jauh
Sikap badan saat melayang adalah suatu bentuk atau sikap setelah gerakan lompatan dilakukan dan badan sudah terangkat tinggi ke atas. Usaha untuk membuat sikap atau gerakan untuk menambah jangkauan lompatan dalam gerak lompat jauh, disebut dengan gaya.
Berbagai teknik boleh dipakai, yang diperlihatkan dalam urutan gerak adalah 2,5 langkah hitck kikc. Langkah perytama berakhir dengan kaki ayun dalam posisi depan dan kaki penolak saat lepas dari tanah.
Bentuk-bentuk latihan sikap di udara, terdiri atas:
1)       Menggantung pada gelang-gelang (ringan)
Gerakan untuk latihan pada gelang-gelang ini dengan cara menggantung kedua tangan kemudian kaki digerakkan seperti pegangan kedua tangan.
2)       Menggantung papa papan sejajar dengan cara sebagai berikut:
Bergantung pada kedua palang sejajar dengan kedua tangan di antara kedua palang, gerak latihannya adalah kaki seperti berjalan dengan sumber gerakan dari pinggul dan mendarat pada matras.
d)       Saat sikap mendarat
Pendaratan untuk teknik lompat jauh ditandai sikap yang khas, yaitu menyentuh bak pasir atau bak lompat dengan kedua telapak kaki.
Posisi mendarat yang benar dan baik merupakan suatu lanjutan dari pola melayang, sehingga pada posisinya yang horizontal dari tubuh bagian atas harus setegak mungkin dengan tungkai dilempar lurus ke depan. Tangan yang terletak di belakang tubuh sebelum mendarat harus diayunkan ke depan. Hal ini bertujuan untuk memberi bantuan dorongan badan ke depan agar waktu akan mendarat badan tidak jatuh ke belakang. Begitu kedua kaki akan menyentuh bak pasir, kedua tangan dan kepala dibawa maju ke depan, bersamaan dengan itu pelompat jauh memegang lututnya dan menggeserkan pinggangnya ke depan.
Mendarat yang baik serta lebih efisien bila sikap badanya hampir duduk.
Bentuk-bentuk latihan mendarat:
Pelaksanaanya dapat digabungkan dengan bentuk latihan awal, tolakan, dan bentuk sikap badan di udara, bentuk latihannya sebagai berikut:
1)       Langkahkan kaki ke belakang 5,6 atau 7 langkah, yang diakhiri dengan gerakan mendarat setelah menolak dan melakukan sikap jalan di udara.
2)       Menolak dari sikap melangkah atau lari dan diakhiri dengan gerakan mendarat.
3)       Menggantung pada gelang-gelang atau ringan yang diakhiri dengan mendarat.
Tahap pertimbangan teknik lompat jauh
a.        Lompat jauh adalah hasil dari kecepatan horizontal yang dibuat ketika dari awalan dengan daya vertikal yang dihasilkan dari kekuatan kaki tolak. Resultan dari kedua gaya menentukan gerak parabol dari titik pusat gravitasi.
b.        Kecepatan awalan lari dan besarnya sudut tolakan merupakan komponen unsur-unsur yang menentukan pencapaian jarak lompatan.
c.        Gerak yang dibuat di udara (sesudah tolakan) disebut teknik lompatan atau gaya 1 ½, 2 ½ , atau 3 ½  langkah di udara.
 Hal-hal yang harus dihindari ketika melakukan lompat jauh adalah :
·         Memperpendek atau memperpanjang langkah terakhir sebelum menolak
·         Bertolak dari tumit dengan kecepatan yang tak memadai
·         Badan miring jauh ke depan atau ke belakang
·         Fase melayang yang tak seimbang
·         Gerak kaki yang premature
·         Tidak cukup angkatan kaki pada pendaratan
·         Satu kaki turun mendahului kaki lain pada pendaratan
                Hal-hal yang harus diperhatikan atau dilakukan ketika melakukan lompat jauh adalah :
·         Pelihara kecepatan sampai saat menolak
·         Capailah dorongan yang cepat dan dinamis dari balik tumpuan
·         Ubahlah sedikit posisi lari, dengan tujuan agar dapat mencapai posisi lebih tegak
·         Gunakan gerakan kompensasi lengan yang baik
·         Capailah jangkauan gerak yang baik
·         Gerak akhir agar dibuat lebih kuat dengan menggunakan lebih besar daya kepadanya.
·         Latihlah gerakan pendaratan  yang benar
·         Kuasai gerak yang betul dari lengan dan kaki dalam meluruskan dan membengkokkannya.
·         Kedua kaki menolak kuat secara bersama-sama
·         Arah lompatan ke atas depan dengan sudut 45 derajat
·         Lengan diayunkan kuat-kuat ke depan atas derajat
·         Usahakan mendarat dengan mengepir, tidak kaku, sejauh mungkin dengan kedua kaki bersama-sama.
·         Badan tetap dalam keadaan condong ke depan, setelah mendarat terus melangkah ke depan, berjalan keluar bak.
Peraturan lompat jauh
      Awalan atau lintasan awalan lebar  minimum 1,22 m dan panjang 30  s. d 40 m.
      Panjang papan tolakan 1,22 m, lebar 20 cm dan tebal 10 cm
      Pada posisi dekat dengan tempat pendaratan harus diletakkan papan plastisin untuk mencatat bekas kaki pelompat bila ia berbuat salah tolak dan harus ditanam sekurang-kurangnya 1 meter dari tepi depan bak pasir pendaratan
      Lebar tempat pendaratan minimum 2,75 m, jarak antara garis tolakan sampai akhir tempat lompatan minimum 10 m.
      Permukaan pasir didalam tempat pendaratan harus sama tinggi atau datar dengan sisi atas papan tolakan.
      Bila peserta lebih dari 8 orang, tiap peserta diperbolehkan melompat sebanyak 3 kali, dan 8 pelompat dengan hasil lompatan terbaik, boleh melompat 3 kali lagi. Sedangkan apabila peserta hanya 8 orang atau kurang, semua peserta harus melompat 6 kali (giliran) melompat.
      Cara mengukur, lompatan diukur dari titik bekas terdekat di bak pasir atau pendaratan yang dibuat oleh setiap bagian badan ke garis tolakan dalam posisi siku-siku terhadap garis tolakan tersebut.